Latest News

Senin, 24 Desember 2018

Memayu Hayuning Bawana

Memayu Hayuning Bawana

~ Puncak Pesta Syukur Ultah Paroki Pemalang dan Pesta St Lukas Pelindung Paroki ~

Ditulis oleh: Bonaventura Pandu Satya Hadmaja

Pentas Seni Puncak Syukur, 27 Oktober 2018

Pemalang - Ratusan umat tampak memadati halaman gereja Paroki Santo Lukas Pemalang pada Sabtu (27/10) sore. Kali ini bukan untuk mengikuti perayaan ekaristi. Para umat datang untuk menyaksikan juga meramaikan pentas seni dan pesta umat puncak HUT dan Pesta St Lukas Pelindung Paroki Pemalang.

Diawali dengan doa Angelus pada pukul 18.00 WIB, umat yang hadir dihibur dengan berbagai acara yang sudah dipersiapkan. Mulai dari pertunjukan tarian modern dari TK dan SD Pius Pemalang. Penampilan musik dari SMP Pius Pemalang. Tari tradisional dari SMA Pangudi Luhur Santo Lukas Pemalang. Tembang Macapat dari Bapak dan Ibu Soewandi. Hingga persembahan keroncong dari OMK Pemalang.

Acara puncak pada pentas seni ini adalah pentas ketoprak dengan judul "Memayu Hayuning Bawana" yang diperankan oleh Romo Kristi Adi, Komunitas Guru, Kelompok Karyawan/Karyawati Muda Katolik (KKMK) dan beberapa umat Paroki Santo Lukas Pemalang. Pentas ketoprak ini diiringi gamelan yang ditabuh oleh Romo Sumanto dan umat yang tergabung dalam Laras Lukas.

Pentas ketoprak yang disutradarai oleh Benedictus Unin dari KKMK Pemalang mengisahkan tentang kisah mengenai awal dibangunnya gereja St Lukas Pemalang oleh beberapa umat untuk membantu memfasilitasi umat dalam berdoa dan beribadah.

"Memayu Hayuning Bawana sendiri merupakan falsafah jawa dari Ki Ronggo Warsito yang intinya adalah kita berkewajiban untuk selalu mempercantik, memperindah dan menyelamatkan hidup dan penghidupan yang ada di dunia," jelas Unin.

Naskah ini sendiri dibuat oleh Unin dengan dibantu Romo Kristi Adi dan beberapa umat dengan referensi dari beberapa naskah ketoprak yang ada.

Ide adanya pentas ketoprak ini sendiri muncul dari Romo Kristi Adi. Romo menginginkan agar umat bisa duduk bersama untuk menikmati sebuah pertunjukan yang disiapkan. Selain itu, mulai hidupnya kembali kelompok karawitan paroki juga menguatkan ide ini, sehingga tidak hanya untuk engiringi kor untuk perayaan ekaristi bahasa Jawa.

Persiapan pementasan ketoprak ini bisa dibilang sangat singkat. Proses latihannya dimulai sejak bulan September. Namun Romo Kristi yang juga ikut terlibat dalam dinamika ini merasa senang.

"Senang dan gembira mengikuti dinamika prosesnya. Di situ ada kerendahan hati untuk menerima masukan, kesetiaan dalam proses" ungkap Romo Kristi.

Pentas Seni berjalan dengan lancar. Selain dihadiri oleh banyak umat, hadir pula Plt. Kepala Desa setempat, H. Mudatsir (Ketua FKUB Kab. Pemalang), dan Pendeta Happy (ketua BKSG kab. Pemalang).

Misa Syukur dan Pelantikan DPP Paroki 2018-2021 (28 Oktober 2018)

Keesokan harinya, umat kembali berkumpul di gereja untuk merayakan perayaan ekaristi puncak syukur HUT dan Pesta St Lukas Pelindung Paroki Pemalang. Perayaan ekaristi ini dipimpin langsung oleh Mgr Christophorus Tri Harsono dan didampingi Romo Kristi Adi Pr dan Romo Sumanto. Pada perayaan ekaristi ini, 114 anggota dewan pastoral paroki yang baru dilantik oleh Mgr Tri Harsono.

Pada kesempatan ini pula, beberapa sesepuh umat di paroki dan stasi mendapatkan penghargaan dan ucapan terimakasih atas karyanya dalam mengembangkan gereja stasi dam paroki. Sebelumnya, panitia bersama Romo mengunjungi para sesepuh sebagai bentuk sapaan dari umat.

Dalam khotbahnya, Mgr. Tri menekankan tentang pentingnya menghidupi komitmen baptis dengan berkualitas, salah satunya dengan terlibat aktif dalam kehidupan menggereja dan memasyarakat. Selesai misa, Mgr. Tri berkenan memberkati Gedung Koperasi CU Winasis di depan SMA PL St. Lukas Pemalang. Setelah itu, beliau berwawan hati dengan anggota DPP. 

last but not least, 

Perlu diketahui bersama bahwa dinamika HUT dan Pesta St Lukas Pelindung Paroki Pemalang sudah berlangsung sejak April hingga Oktober 2018. Banyak kegiatan yang sangat padat tiap bulannya. Seluruh umat ikut terlibat dalam kegiatan ini. Mulai dari komunitas guru katolik, hingga siswa-siswi dari sekolah-sekolah katolik yang ada.

Melihat keterlibatan seluruh umat, Romo Kristi sebagai Romo paroki sangat bersyukur dan berterimakasih untuk keterlibatan umat. Romo Kristi juga berharap setelah menggarap tema Gereja yang beriman mendalam, Gereja yang hidup dan Gereja yang mandiri dan dewasa, Gereja dapat semakin memasyarakat.

"Harapannya tahun ini dan tahun-tahun ke depan, Gereja dapat semakin memasyarakat. Kehadirannya dirasakan masyarakat, sehingga masyarakat juga dapat merasakan kasih dan kepedulian dari umat Paroki Santo Lukas Pemalang", pungkas Rm. Kristi. 








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Visi Paroki

Paroki Santo Lukas Pemalang adalah persekutuan umat Katolik yang beriman mendalam, hidup, mandiri, dan memasyarakat sebagai tanda hadirnya Kerajaan Allah.




Recent Post