Latest News

Senin, 15 Oktober 2018

Jalan Sukacita bersama Yesus



Jalan Sehat Sukacita Paroki St Lukas Pemalang
14 Oktober 2018

Jam setengah enam pagi, saat pagi masih sejuk, dan riang karena kicau burung bersahutan, halaman Gereja Paroki St Lukas Pemalang sudah mulai ramai dan sibuk. Suara iringan musik dan cakap-cakap umat yang mulai berkumpul di halaman paroki riuhkan suasana pagi yang cerah. Hari ini, 14 Oktober 2018, dalam rangka pesta syukur ulang tahun paroki ke-47 dan Pesta St. Lukas Pelindung Paroki, panitia mengadakan acara Jalan Sehat Sukacita. Syukurlah, pagi ini telah diawali dengan sukacita dan kegembiraan pula.

suasana pagi hari sesaat sebelum jalan sehat sukacita dimulai

Setelah lonceng angelus berdentang mengiringi doa angelus, ketua panitia, Pak Eka Purwanta menyampaikan beberapa kata pengantar. Disusul kemudian Pak Joko Supraptono, koordinator kegiatan jalan sehat sukacita menyampaikan hal-hal penting terkait jalan sehat sukacita ini. 

Jam 06.30 tepat, Rm. Kristi Adi mengibarkan bendera start untuk mengawali perjalanan jalan sehat sukacita. Banyak umat yang tersenyum riang, bersenda gurau, sukacita sekali. 

Umat lingkungan dan stasi menanggapi kegiatan ini dengan gembira dan antusias. Sekitar 300 umat lingkungan dan stasi mengikuti jalan sehat sukacita ini, dari anak-anak sampai beberapa lansia ikut bergabung. Rute perjalanan tidak terlalu jauh, melintasi jalan pemuda, jalan sindoro, jalan merbabu, tembus ke jalan pemuda lagi dan finis di Gereja Paroki St. Lukas Pemalang. 

Seusai finis, umat berkumpul di halaman Gereja sambil menyantap sarapan pagi di kelompok lingkungannya masing-masing. Terlihat suasana yang guyub rukun, saling berbagi makanan dan minuman. Panitia juga tidak menyiapkan air minum dalam kemasan karena peserta diminta membawa botol air minum sendiri. Panitia hanya menyediakan air minum isi ulang dalam galon-galon. Hal ini dibuat untuk mengurangi sampah plastik. Beberapa umat stasi yang tidak membawa makanan bahkan diajak bergabung oleh lingkungan-lingkungan untuk bergabung menyantap sarapan. Indahnya berbagi.

Sambil bercengkrama dan bersenda gurau, mulailah pengundian doorprize-doorprize. Hadiah mulai dari yang paling kecil tapi banyak: minyak goreng, sarung, payung. Meski kecil dan sederhana tapi umat yang mendapatkannya menyambut dengan gembira pula. Sebelum pengundian hadiah utama, umat berkumpul di tengah halaman untuk flash mob. Goyang kewer-kewer menjadi pengiring musik flash mob ini. 

Umat menunggu sampai pengundian hadiah utama ini. Hadiah ketiga berupa lemari didapatkan oleh Felix Kurniawan. Hadiah kedua berupa sepeda gunung didapatkan oleh Bu Theresia. Hadiah Utama berupa lemari es didapatkan oleh Bu Sisil. Kegembiraan mereka yang mendapat bonus tentu saja tidak melunturkan kegembiraan umat yang mengikuti kegiatan ini. Panitia pun bergembira karena acara berjalan lancar dan sukses, penuh sukacita dan kegembiraan. 































2 komentar:

Visi Paroki

Paroki Santo Lukas Pemalang adalah persekutuan umat Katolik yang beriman mendalam, hidup, mandiri, dan memasyarakat sebagai tanda hadirnya Kerajaan Allah.




Recent Post