Latest News

Senin, 28 Mei 2018

Rekoleksi Umat Pemalang




Sabtu-Minggu (26-27/5) umat Paroki St.Lukas mengadakan Rekoleksi dengan nara sumber Romo Stefanus Heriyanto, Pr. Rekoleksi diadakan dalam rangkaian acara Ulang Tahun Gereja Katolik St.Lukas yang ke-47. Tema yang diangkat selama dua hari ‘gereja yang Dewasa dan Mandiri’. Rekoleksi dihadiri oleh umat stasi dan paroki.

Dalam Rekoleksi ini Romo Stef membagi materi pertemuan menjadi tiga sesi : 

Pertemuan pertama Sabtu, 26 Mei pkl 17.00-19.00 dengan sub tema: ‘G’reja
Ada beberapa sebutan untuk gereja misalnya: Gereja sebagai peristiwa, Gereja sebagai lembaga, Gereja sebagai umat Allah, Gereja sebagai Tubuh Mistik Kristus dan Gereja sebagai komunitas.

Gereja dimaknai sebagai komunitas orang beriman yang percaya kepada Kristus. Merujuk pada pengertian Gereja sebagai komunitas, komunitas pengharapan adalah gambaran yang pas untuk memaknai gereja. Harapan bukanlah sekedar optimisme yang bertumpu pada perhitungan manusiawi saja, tetapi berdasar pada keyakinan iman yang teguh bahwa ‘Ia yang memulai pekerjaan baik di antara kita, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus’ (Flp.1:6). Dalam pengharapan itu pula , orang diselamatkan. Gereja Katolik menjadi komunitas yang mewadhahi semua orang dengan segala keragamannya.

Pertemuan kedua Sabtu, 26 Mei  pkl 19.45-21.30 dengan sub tema: GEREJA MANDIRI & DEWASA
Kemandirian dapat dilihat secara historis dan alkitabiah.Kemadirian secara historis dapat kita simak dari ungkapan Kardinal Darmojuwono (khotbah Minggu XIV Masa Biasa, September 1965) Prinsip berdikari menuntut agar rakyat Tuhan secara aktif turut serta dalam pembangunan Gereja. Secara konkret, pada tingkat paling dekat dengan kita: kring, koor, dsb. Gereja yang mandiri mempunyai prasarat yaitu manajemen yang baik.

Mandiri menurut Elizabeth B. Hurlock dalam buku ‘Psikologi Perkembangan” berarti bebas dari ketergantungan terhadap orang lain, mampu mengatur tingkah laku secara pribadi, mampu mengambil keputusan, dan berani bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukan.

Ciri-ciri seseorang dikatakan mandiri memiliki kemampuan:
  • Inisiatif
  • Mengerjakan tugas dengan tanggung jawab.
  • Puas dengan pekerjaannya.
  • Mampu mengatasi rintangan.
  • Jujur dan benar sesuai hak dan kewajiban.
  • Mempunyai jiwa sosial.
  • Berpikir kritis, kreatif dan inovatif.
  • Tidak rendah diri.

Dari sudut alkitabiah kata ‘dewasa’ digunakan oleh Paulus (Ef 4:11-16) berarti partisipasi dalam misi yang dicita-citakan, tidak ada iri hati dan perselisihan atas nama golongan (1Kor.3:1-9). Jemaat yang dewasa memikirkan masa depan tidak terbelenggu masa lalu. (Flp.3:13-15). Gereja sebagai peziarah artinya Gereja dimengerti tidak hanya ‘kini’ dan ‘di sini’ tapi juga ‘nanti’ dan ‘di sana’. Gereja adalah tubuh yang senantiasa bergerak, mengepakkan sayap....

Pertemuan ketiga Minggu, 27 Mei pkl 10.30-12.30 dengan sub tema: REFLEKSI DIRI
Dalam terang Roh Kudus-Nya, Tuhan mau supaya ‘Gereja’ di Pemalang ini menjadi Gereja yang mandiri dan dewasa. Kita sebagai bagian dari ‘Gereja’ ini mesti menyesuaikan diri dengan kehendak Tuhan, baik sebagai pribadi-pribadi, maupun komunitas tertentu. Sebagai pribadi-pribadi, umat diminta ikut ambil bagian secara aktif dalam komunitasnya masing-masing. Membuka diri jika dipanggil untuk ikut ambil bagian, panggilan dimaknai sebagai ‘rekan Paulus’ dalam pelayanan umat.

Sebagai pribadi-pribadi, umat juga dimintai mendukung kemandirian Gereja dalam bentuk solidaritas dana. Sebagai komunitas basis, umat diminta menghidupkan gerak lincah dinamis gereja dan merangkul semakin banyak pihak. Dalam lingkup komunitas yang kecil, semakin memungkinkan semua terlibat dan berperan, semakin tanggap dan peka akan realitas serta lebih mampu menemukan jawaban untuk menanggapinya. Komunitas basis tidak untuk menjadi alasan untuk ‘mengolok’ komunitas basis yang lain. Kita menjadi dewasa dan mandiri, menyadari tugas kewajiban dan peran masing-masing. 

Menjadi pertanyaan refleksi kita bersama: Apa sumbangsihku untuk mewujudkan Gereja yang Dewasa dan Mandiri?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Visi Paroki

Paroki Santo Lukas Pemalang adalah persekutuan umat Katolik yang beriman mendalam, hidup, mandiri, dan memasyarakat sebagai tanda hadirnya Kerajaan Allah.




Recent Post